Sabtu, 05 Maret 2011

TUGAS 4 Pkn (Kemiskinan)

BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Kemiskinan sebagai suatu fenomena sosial tidak hanya dialami oleh negara negara yang sedang berkembang tetapi juga terjadi di negara yang sudah mempunyai kemapanan di bidang ekonomi. Fenomena ini pada dasarnya telah menjadi perhatian, isu, dan gerakan global yang bersifat kemanusiaan (humanity) dan merupakan salah satu fenomena sosial yang dipandang perlu penanganan segera dan menjadi agenda Tingkat Tinggi Dunia yaitu  kemiskinan, pengangguran, dan pengucilan sosial yang ada di setiap negara.
  1. Tujuan
Penanggulangan kemiskinan bertujuan untuk meningkatkan taraf kesejahteraan, kualitas hidup dan kemandirian melalui pendayagunaan sumber-sumber kesejahteraan sosial.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PERMASALAHAN

 

a.      Intensitas dan Kompleksitas Masalah

1.Kompleksitas pada awalnya dikaitkan oleh faktor ekonomis, yang dinyatakan dalam ukuran tingkat pendapatan(income)atau tingkat konsumsi individu atau komunitas.

2.Besarnya jumlah penduduk yang rentan untuk jatuh miskin karena guncangan ekonomi, bencana alam dan kurangnya akses pelayanan dasar dan sosial yang menjadi masalah krusial.

3.Pertumbuhan penduduk di negara-negara berkembang lebih besar daripada pertumbuhan ekonomi sehingga secara komparatif tidak memberikan peningkatan taraf hidup secara signifikan.

4.Kemiskinan yang mereka alami memang tidak hanya sebatas kemiskinan secara ekonomi, melainkan juga kemiskinan non-ekonomi seperti terbatasnya akses terhadap pengetahuan dan ketrampilan, produktifitas yang rendah.

5.Kemiskinan sangat di pengaruhi oleh Fluktusi  harga kebutuhan pokok,Fluktusi ini berdampak besar pada daya beli masyarakat miskin.

6.Belum meratanya program pembangunan khususnya pedesaan, di luar jawa ,daerah terpencil dan daerah perbatasan.



b.      Penanganan Masalah Berbasis Masyarakat

1.Mengembangkan  sistem sosial yang responsif

Dalam penanganan masalah kemiskinan dapat dilakukan dengan cara sistem sosial yang responsif berupa :

1.      Pemberian pelayanan dan rehabilitasi social yang diselenggarakan oleh panti-panti sosial.
2.      Program jaminan, perlindungan dan asuransi kesejahteraan sosial.
3.      Bekerjasama dengan instansi lain dalam melakukan swadaya dan pemberdayaan usaha miro, dan pendistribusian bantuan kemanusiaan, dan lain-lain.
2.Pemanfaatan Modal sosial
Modal sosial sangat diperlukan dalam menangani masalah kemiskinan yaitu dengan cara menumbuhkan kepedulian masyarakat dengan menggerakan kesadaran kritis terhadap masalah kemiskinan dengan cara melakukan refleksi kritis dengan berbagai pihak.
3.Pemanfaatan Institusi Sosial
Pemanfaatan institusi sosial dalam menangani kemiskinan terbagi dalam berbagai cara yaitu :
a.       Organisasi masyarakat
Dapat dibangun melalui LSM (Lembaga Sosial Masyarakat) sebagai wadah untuk menampung masalah kemiskinan yang ada dan berusaha menaggulanginya secara perlahan.
b.      Organisasi Swasta
Dengan membuka lapangan pekerjaan baru dan memperluas usaha sehingga tingkat produksifitas masyarakat meningkat.
c.       Optimalisasi kontribusi dalam pelayanan sosial
Dalam mengoptimalkan kontribusi pelayanan sosial dapat dilakukan dengan cara :
~ Peningkatan pelayanan pendidikan melaui Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Beasiswa untuk siswa tidak mampu.
~ Peningkatan pelayanan kesehatan melalui pelayanan penduduk miskin di puskesmas dan meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan di daerah terpencil.
d.      Kerjasama dan Jaringan
Kerjasama yang dilakukan Bank Indonesia dalam mengkoordinasi melalui berbagai program keuangan mikro bersama bank bank pembangunan daerah dan pengkreditan rakyat dalam bantuan ekonomi dan bantuan kredit.



c.   Upaya Penanganan Masalah
1.Memberikan bantuan dan jaminan sosial kepada korban bencana alam,penyandang cacat, penduduk lanjut usia, tuna susila, karena ini termasuk  masalah yang krusial.
2.Program-Program Sosial dan program pengkreditan seperti Kelompok Usaha Bersama Keluarga Muda Mandiri,Tabungan Kesejahteraan Rakyat (Takesra),Kredit Investasi Kecil (KIK), Kredit Usaha Kecil (KUK), Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP), Kredit Umum Pedesaan (Kupedes), dan usaha lain yang menggerakkan ekonomi rakyat.
3.Proyek-proyek Inpres juga merupakan salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong program pengentasan kemiskinan.
4.Stabilisasi harga kebutuhan pokok yang harus di lakukan secara komprehensif  dan terpadu.
5.Upaya penanganan kemiskinan lebih difokuskan ke daerah-daerah yang belum pendapatkan program pembangunan.












BAB III
KESIMPULAN

1.  Kesimpulan
Dalam Upaya penanggulangan kemiskinan di indonesia hingga saat ini telah banyak dilakukan terutama sejak Indonesia mengalami krisis ekonomi dan moneter semakin menggema dan dikenal masyarakat luas,tetapi sampai saat ini jumlah penduduk miskin di indonesia masih sangat besar  karena masalah kemiskinan yang kompleks dan dan menuntut penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan dan juga karena terdapat faktor-faktor yang menghambat menurunan jumlah kemiskinan seperti pembangunan yang tidak merata, terbatasnya akses masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar, fluktuasi harga kebutuhan pokok semua itu menjadi agenda yang harus dibenahi oleh kita semua dan membutuhkan upaya keras dalam menanggulanginya semua itu menjadi tanggung jawab bersama bukan hanya pemerintah tetapi masyarakat  indonesia dalam mengentaskan kemiskinan di indonesia

2.  Referensi
·        www.bappenas.go.id
·        www.depsos.go.id
·        Departemen sosial RI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar